KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari merayakan pencapaian signifikan pada tanggal 13 April 2026, ketika Unit Seminar dan Konferensi lembaga tersebut secara resmi memperoleh sertifikasi akreditasi internasional. Pengakuan bergengsi ini menjadi bukti komitmen kampus dalam meningkatkan standar kualitas penyelenggaraan acara akademik dan profesional di tingkat nasional maupun global.
Sertifikat akreditasi yang dianugerahkan oleh International Association of Conference Centers (IACC) dan badan sertifikasi ISO 9001:2015 menandai era baru bagi institusi pendidikan yang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara ini. Pencapaian tersebut diperoleh setelah melalui proses audit menyeluruh selama enam bulan, yang melibatkan evaluasi komprehensif terhadap infrastruktur, sumber daya manusia, sistem manajemen, dan kualitas layanan.
Latar Belakang Perjalanan Akreditasi
Keputusan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengajukan akreditasi internasional bagi Unit Seminar dan Konferensinya berawal dari visi strategis untuk menjadi pusat pembelajaran dan pertukaran ilmu tingkat dunia. Unit ini, yang didirikan pada tahun 2015, telah berkembang menjadi venue utama bagi berbagai kegiatan akademik, baik itu seminar ilmiah, workshop, konferensi penelitian, maupun acara-acara korporat berkelas.
“Kami menyadari bahwa dalam era globalisasi ini, setiap institusi pendidikan harus memiliki standar internasional,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Bambang Suryono, M.Pd., dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Ruang Raya Unit Seminar dan Konferensi, Senin siang kemarin. “Unit Seminar dan Konferensi kami adalah aset berharga yang mampu memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan terkemuka di kawasan Timur Indonesia.”
Proses menuju akreditasi internasional dimulai pada tahun 2024 ketika pihak manajemen kampus membentuk tim khusus yang bertanggung jawab untuk melakukan audit internal dan penyiapan dokumentasi. Tim tersebut dipimpin oleh Dr. Siti Nur Azizah, S.E., M.M., yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Unit Seminar dan Konferensi.
“Kami melakukan pemetaan menyeluruh terhadap semua aspek operasional unit kami,” ungkap Dr. Siti Nur Azizah dalam pertemuan dengan media massa. “Mulai dari manajemen risiko, keselamatan dan kesehatan kerja, sistem informasi, hingga kepuasan pelanggan. Setiap detail ditinjau dan diperbaiki sesuai dengan standar internasional yang berlaku.”
Persiapan Mendalam dan Komitmen Kualitas
Persiapan akreditasi tidak hanya melibatkan aspek administratif, tetapi juga peningkatan infrastruktur fisik dan pengembangan kompetensi staf. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menginvestasikan dana signifikan untuk pembaruan peralatan audio-visual, sistem pencahayaan modern, teknologi konferensi jarak jauh, serta pengembangan platform digital untuk manajemen acara.
“Kami telah mengupgrade setiap ruang seminar dengan teknologi terkini,” jelas Ir. Hendra Wijaya, Manajer Fasilitas Unit Seminar dan Konferensi, ketika menunjukkan langsung beberapa ruang kepada tim audit internasional. “Tidak hanya itu, kami juga melatih staf secara berkala untuk memastikan mereka dapat mengoperasikan teknologi tersebut dengan sempurna dan memberikan layanan terbaik kepada peserta acara.”
Tim manajemen juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Sebanyak 45 karyawan Unit Seminar dan Konferensi mengikuti pelatihan intensif terkait customer service excellence, crisis management, dan event management professional. Program pelatihan ini dilakukan oleh instruktur bersertifikat internasional dan menghasilkan 38 karyawan yang berhasil lulus dan mendapat sertifikasi tambahan.
Direktur Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Muslimin Katu, Ph.D., menekankan bahwa akreditasi adalah hasil dari kerja keras kolaboratif seluruh stakeholder. “Ini bukan hanya pencapaian unit seminar saja, melainkan pencapaian bersama universitas. Setiap departemen, mulai dari keuangan, akademik, hingga layanan umum, memberikan kontribusi penting untuk mewujudkan standar internasional ini,” kata Dr. Muslimin Katu.
Proses Audit dan Verifikasi Internasional
Tim auditor internasional yang datang dari IACC dan badan sertifikasi ISO melakukan kunjungan lapangan sebanyak empat kali selama periode enam bulan. Mereka mengevaluasi tidak hanya fasilitas fisik, tetapi juga proses operasional, dokumentasi, dan testimonial dari klien yang telah menggunakan layanan Unit Seminar dan Konferensi.
“Kami memeriksa dengan detail bagaimana unit ini mengelola risiko, bagaimana mereka merespons keluhan, bagaimana sistem mereka dalam pencatatan, dan apakah mereka konsisten dalam menerapkan standar kualitas,” papar Michael Richardson, ketua tim audit dari International Association of Conference Centers, dalam keterangan tertulisnya.
Hasil audit menunjukkan bahwa Unit Seminar dan Konferensi Universitas Muhammadiyah Kendari memenuhi 98 persen dari kriteria akreditasi internasional. Poin-poin kuat yang diidentifikasi termasuk manajemen kebersihan yang excellent, sistem keamanan terintegrasi, dan responsivitas staf terhadap kebutuhan klien. Sementara itu, rekomendasi perbaikan minor diberikan terkait beberapa aspek dokumentasi yang perlu disempurnakan lebih lanjut.
Dampak dan Signifikansi Strategis
Pencapaian akreditasi internasional ini membawa dampak positif berlapis bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, dari segi akademik, sertifikasi ini memberikan legitimasi bahwa institusi memiliki kapasitas menyelenggarakan event-event kelas dunia yang melibatkan peneliti, akademisi, dan praktisi profesional dari berbagai negara.
“Dengan akreditasi ini, kami dapat menerima lebih banyak permintaan untuk menyelenggarakan konferensi internasional,” terang Retno Suwarto, S.H., M.A., Koordinator Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Kendari. “Ini membuka peluang bagi mahasiswa kami untuk berinteraksi langsung dengan para ahli global dan memperluas jaringan akademik mereka.”
Kedua, dari perspektif ekonomi, sertifikasi tersebut meningkatkan daya saing unit dalam menarik klien korporat dan organisasi yang mengadakan acara di Kendari. Beberapa perusahaan multinasional dan organisasi internasional mensyaratkan venue mereka harus tersertifikasi internasional. Status akreditasi ini membuka pintu bagi Unit Seminar dan Konferensi untuk berkompetisi di pasar yang lebih luas.
“Kami sudah menerima beberapa pertanyaan dari perusahaan besar tentang kapasitas kami menyelenggarakan acara dengan standar internasional,” ungkap Siti Nur Azizah dengan optimisme. “Ini adalah validasi bahwa investasi yang kami lakukan selama ini membuahkan hasil nyata.”
Ketiga, pencapaian ini juga meningkatkan citra institusional Universitas Muhammadiyah Kendari secara keseluruhan. Di era kompetisi perguruan tinggi yang ketat, kepemilikan fasilitas berkualitas internasional menjadi salah satu daya tarik utama bagi calon mahasiswa dan mitra akademik.
Rencana Pengembangan Lanjutan
Meskipun telah meraih akreditasi, pihak manajemen universitas tidak bersikap self-satisfied. Justru, pencapaian ini menjadi momentum untuk merencanakan pengembangan lebih lanjut. Dalam dokumen rencana strategis yang dirilis bersamaan dengan pengumuman akreditasi, universitas menetapkan target ambisius untuk tahun-tahun mendatang.
“Dalam tiga tahun ke depan, kami akan membangun gedung seminar tambahan dengan kapasitas 500 orang yang dilengkapi teknologi hybrid event paling mutakhir,” ungkap Rektor Bambang Suryono. “Kami juga berencana untuk mendirikan pusat penelitian terkait event management dan sustainable conference practices.”
Selain itu, universitas akan meluncurkan program sertifikasi profesional dalam bidang event management yang diakui secara internasional. Program ini dirancang untuk melatih generasi muda profesional yang tidak hanya menguasai teknis penyelenggaraan acara, tetapi juga memahami aspek keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
“Kami percaya bahwa event management modern harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial,” jelas Dr. Muslimin Katu. “Oleh karena itu, kurikulum program kami akan mengintegrasikan konsep green events dan corporate social responsibility.”
Testimoni dan Apresiasi Stakeholder
Keberhasilan meraih akreditasi internasional juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Beberapa institusi dan organisasi yang telah menggunakan fasilitas Unit Seminar dan Konferensi mengungkapkan dukungan mereka terhadap pencapaian ini.
“Sebagai organisasi yang telah menyelenggarakan beberapa acara di sini, kami sangat menghargai komitmen mereka terhadap kualitas,” kata Dr. Harini Sulistyono, Ketua Asosiasi Peneliti Sosial Sulawesi Tenggara. “Fasilitas yang lengkap, staf yang profesional, dan dukungan administratif yang responsif membuat setiap acara yang kami selenggarakan berjalan lancar.”
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Ahmad Syaiful, juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. “Akreditasi internasional yang diraih Unit Seminar dan Konferensi Universitas Muhammadiyah Kendari mencerminkan komitmen daerah kami dalam membangun ekosistem pendidikan berkualitas. Ini juga menunjukkan bahwa institusi pendidikan di Kendari mampu berkompetisi di level global,” ujarnya.
Penutup
Pencapaian akreditasi internasional yang diraih Unit Seminar dan Konferensi Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 13 April 2026 ini merupakan milestone penting dalam perjalanan institusi menuju keunggulan global. Sertifikasi ini bukan hanya sekadar dokumen, tetapi representasi dari dedikasi, investasi, dan kerja keras para pemimpin, staf, dan seluruh komunitas akademik universitas.
Ke depannya, pencapaian ini diharapkan menjadi landasan untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar kualitas. Dengan visi yang jelas dan strategi yang terukur, Universitas Muhammadiyah Kendari siap mengambil peran lebih besar dalam pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan mutu di kawasan Timur Indonesia.
Sebagaimana yang disampaikan Rektor Bambang Suryono dalam kesempatan terakhir, “Ini adalah awal, bukan akhir dari perjalanan kami. Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan standar kami untuk memastikan bahwa universitas kami tidak hanya dikenal karena akreditasinya, tetapi juga karena kontribusi nyata yang kami berikan kepada masyarakat dan dunia pendidikan secara luas.”
(Penulis adalah jurnalis pendidikan dengan pengalaman lebih dari lima tahun meliput isu-isu perguruan tinggi dan inovasi pendidikan di Sulawesi Tenggara)