Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar acara Konferensi Tahunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Mahasiswa di Unit Seminar dan Konferensi kampus, Sabtu hingga Minggu (19-20 April 2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan ribuan peserta dari berbagai organisasi mahasiswa, mulai dari BEM pusat, organisasi unit kegiatan mahasiswa (UKM), hingga organisasi peminatan di tingkat fakultas.
Konferensi berjudul “Membangun Ekosistem Kepemimpinan Berkelanjutan: Mahasiswa Bergerak untuk Kampus dan Masyarakat” ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari untuk merefleksikan capaian tahun lalu sekaligus merencanakan strategi kerja organisasi di tahun-tahun mendatang. Dengan mengambil lokasi Unit Seminar dan Konferensi yang terletak di jantung kampus, acara ini dirancang untuk menciptakan ruang diskusi yang inklusif dan produktif.
Antusiasme Peserta Membludak
Sejak pagi hari, Unit Seminar dan Konferensi sudah ramai dengan kedatangan peserta. Lapangan parkir di sekitar venue tersebut penuh dengan motor dan kendaraan dari berbagai prodi. Tim panitia yang terdiri dari pengurus BEM periode 2025-2026 terlihat sibuk mengatur registrasi peserta di pintu masuk utama.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta jauh melampaui ekspektasi kami,” kata Muhammad Rizki Pratama, Ketua Panitia Konferensi Tahunan, Sabtu (19/4) pukul 08.30 WITA. Pemuda berusia 21 tahun ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari yang sudah berpengalaman mengorganisir berbagai kegiatan kampus.
Menurut Rizki, jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 2.500 orang, jauh melebihi target awal yang ditetapkan panitia yaitu sekitar 1.800 peserta. “Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pengembangan diri dan organisasi,” tambahnya.
Pembukaan Meriah dan Agenda Padat
Acara dimulai dengan sesi pembukaan pukul 09.00 WITA yang dipandu oleh MC dari lingkungan BEM sendiri. Sebelum masuk ke acara inti, peserta disuguhi dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Eng. Amri Hasan, M.Sc.
Rektor Amri Hasan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa dalam menyelenggarakan konferensi tahunan. Dalam sambutannya yang berdurasi 15 menit, beliau menekankan pentingnya mahasiswa berperan aktif dalam membangun ekosistem kampus yang sehat dan progresif.
“Saya melihat semangat yang luar biasa di mata kalian semua. Mahasiswa adalah aset terbesar universitas. Oleh karena itu, saya sangat mendukung inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan,” ujar Rektor Amri Hasan di hadapan ribuan peserta yang memenuhi aula utama Unit Seminar dan Konferensi.
Selain itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Irwan Suryanto, S.H., M.H., juga hadir dan memberikan pengarahan. Dalam kesempatan itu, beliau membahas peran strategis BEM sebagai jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pihak universitas.
“BEM bukan hanya sekedar organisasi yang mengurus acara. BEM adalah representasi dari seluruh suara mahasiswa. Oleh karenanya, BEM harus mampu mendengarkan aspirasi mahasiswa dan menyampaikannya kepada pimpinan universitas dengan cara yang konstruktif,” jelasnya.
Sesi Diskusi dan Workshop Edukatif
Inti dari konferensi tahunan ini adalah serangkaian sesi diskusi dan workshop yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi para pengurus organisasi mahasiswa. Pada hari pertama (Sabtu), peserta dihadapkan pada beberapa pilihan panel diskusi yang bisa mereka ikuti.
Salah satu panel diskusi yang mendapat perhatian besar adalah “Strategi Advokasi Mahasiswa di Era Digital”. Panel ini menghadirkan pembicara dari Lembaga Bantuan Hukum Sultra dan seorang dosen dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kendari. Ruangan yang dipersiapkan untuk acara ini penuh sesak dengan mahasiswa yang ingin menambah wawasan tentang cara-cara efektif menyuarakan aspirasi melalui media digital.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa advokasi di era digital memiliki kekuatan yang luar biasa, namun juga memiliki tanggung jawab yang besar. Setiap postingan, setiap komentar harus didasarkan pada fakta dan dilakukan dengan etika yang baik,” papar Siti Nurhaliza, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, yang menjadi salah satu pembicara dalam panel tersebut.
Workshop lainnya mencakup topik-topik menarik seperti “Manajemen Organisasi yang Efektif”, “Literasi Keuangan untuk Organisasi Mahasiswa”, “Public Speaking untuk Leader Muda”, dan “Mengelola Konflik dalam Organisasi”. Setiap workshop dipimpin oleh praktisi berpengalaman atau dosen dari berbagai fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Evaluasi Pencapaian Organisasi
Pada sesi khusus yang berlangsung pada hari kedua (Minggu), BEM pusat dan beberapa organisasi mahasiswa tingkat fakultas mempresentasikan laporan evaluasi kinerja mereka selama tahun 2025. Presentasi ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga memungkinkan diskusi terbuka dengan peserta lainnya.
Asri Wijaya, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari periode 2025-2026, mempresentasikan pencapaian BEM dalam berbagai aspek, mulai dari aspek internal organisasi hingga kontribusi kepada mahasiswa dan universitas secara umum.
“Sepanjang tahun 2025, kami telah menyelenggarakan 23 kegiatan besar yang melibatkan lebih dari 8.000 mahasiswa. Dari segi keuangan, kami berhasil mengelola anggaran dengan transparan dan akuntabel, seperti yang telah kami audit secara independen,” kata Asri, mahasiswi Fakultas Hukum yang tampil percaya diri di atas panggung.
Asri juga menjelaskan beberapa tantangan yang dihadapi BEM tahun lalu, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Namun, menurutnya, tantangan-tantangan ini justru menjadi motivasi untuk berinovasi dan bekerja lebih efisien.
Suara Organisasi Mahasiswa Lainnya
Selain BEM pusat, berbagai organisasi mahasiswa lain juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pencapaian dan rencana mereka. Organisasi peminatan di tingkat fakultas, seperti Himpunan Mahasiswa Teknik (HMT), Himpunan Mahasiswa Hukum (HMH), dan lainnya, turut aktif memberikan kontribusi dalam konferensi ini.
Deri Gunawan, Ketua HMT Universitas Muhammadiyah Kendari, menyampaikan bahwa organisasi peminatan memiliki peran penting dalam mengembangkan soft skill dan hard skill mahasiswa sesuai dengan disiplin ilmu mereka.
“Organisasi peminatan kami berfokus pada pengembangan kemampuan teknis mahasiswa melalui workshop, seminar, dan proyek-proyek nyata. Kami juga berusaha menjalin kerjasama dengan industri agar mahasiswa kami tidak hanya tahu teori, tetapi juga memahami kebutuhan dunia kerja,” jelasnya dengan antusias.
Dampak Positif Bagi Ekosistem Kampus
Kehadiran konferensi tahunan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ekosistem organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan saling berbagi pengalaman dan best practices, diharapkan setiap organisasi dapat meningkatkan kinerja mereka.
Dr. Irwan Suryanto, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, mengatakan bahwa pihak universitas akan terus memberikan dukungan penuh kepada organisasi mahasiswa dalam menjalankan misinya.
“Universitas menyediakan fasilitas, anggaran, dan pembimbingan untuk organisasi mahasiswa. Namun, keputusan akhir ada di tangan organisasi itu sendiri. Kami percaya bahwa dengan otonomi yang diberikan, organisasi mahasiswa akan mampu mengembangkan diri dengan lebih baik,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Unit Seminar dan Konferensi, Budi Hartono, S.E., M.M., mengapresiasi penggunaan fasilitas kampus untuk kegiatan yang berkualitas dan melibatkan banyak mahasiswa.
“Unit Seminar dan Konferensi kami dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Kami sangat senang melihat organisasi mahasiswa memanfaatkan fasilitas ini untuk kegiatan yang produktif dan edukatif seperti konferensi tahunan ini,” katanya.
Penutup dengan Komitmen Baru
Konferensi tahunan ditutup dengan sesi pembacaan deklarasi bersama oleh seluruh pengurus organisasi mahasiswa. Deklarasi tersebut berisi komitmen untuk terus berkembang, berinovasi, dan berkontribusi kepada kemajuan kampus dan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan amanah kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi. Organisasi mahasiswa kami akan menjadi motor penggerak perubahan positif di kampus dan di luar kampus,” bunyi deklarasi yang dibacakan secara serentak oleh seluruh peserta.
Dengan ditutupnya konferensi tahunan ini, BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari telah mempersiapkan diri untuk menjalani tahun organisasi yang lebih baik. Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk turut aktif dalam kehidupan organisasi kampus dan berkontribusi kepada pengembangan universitas serta masyarakat.
—
Penulis adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari yang meliput acara konferensi tahunan BEM dan Organisasi Mahasiswa pada 19-20 April 2026.