Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali menyelenggarakan acara akademik bergengsi dengan menghadirkan rangkaian seminar dan konferensi penelitian inovatif pada Kamis, 3 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Seminar dan Konferensi kampus ini menghadirkan lebih dari 50 peneliti dari berbagai fakultas untuk memamerkan hasil karya penelitian terdepan mereka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Acara yang berlangsung di gedung serbaguna kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini menjadi bukti nyata komitmen institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara dalam mengembangkan ekosistem penelitian yang dinamis dan inovatif. Peserta seminar mencakup dosen dari berbagai program studi, mahasiswa tingkat sarjana dan pascasarjana, serta praktisi dari berbagai industri terkait.
Visi Kampus Mendorong Ekosistem Penelitian
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Kendari, telah konsisten dalam menempatkan penelitian sebagai pilar utama pengembangan akademik. Unit Seminar dan Konferensi, yang didirikan lima tahun lalu, kini menjadi wadah strategis bagi sivitas akademika untuk berbagi temuan riset dan membangun kolaborasi antar disiplin ilmu.
Sebelum era modern ini, aktivitas penelitian di kampus sering kali bersifat individual dan terpisah-pisah. Namun, dengan kehadiran unit khusus dan penyelenggaraan seminar rutin seperti ini, penelitian telah menjadi bagian integral dari budaya akademik kampus. Seminar berskala besar pada 3 April 2026 ini menandai intensifikasi upaya universitas dalam mengakselerasi inovasi penelitian.
“Kami percaya bahwa riset adalah jantung dari pengembangan pengetahuan dan solusi untuk tantangan global,” ujar Dr. Andi Wijaya, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya saat pembukaan acara. “Seminar hari ini adalah wujud nyata dari dedikasi dosen dan mahasiswa kami dalam menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara luas.”
Penelitian Unggulan dalam Berbagai Bidang
Seminar kali ini menampilkan 47 makalah penelitian yang dibagi ke dalam 12 sesi tematik. Penelitian-penelitian tersebut mencakup bidang teknik, pertanian berkelanjutan, kesehatan masyarakat, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu penelitian yang menarik perhatian adalah proyek tentang “Optimalisasi Produksi Kakao Organik melalui Teknologi Fermentasi Tradisional Termodernisasi” yang dijalankan oleh Dr. Siti Nurhaliza dan timnya dari Fakultas Pertanian. Penelitian ini fokus pada meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal sambil mempertahankan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Kakao adalah komoditas penting bagi Sulawesi Tenggara, namun produktivitas petani lokal masih di bawah potensi optimal,” jelas Dr. Siti Nurhaliza saat mempresentasikan penelitiannya di hadapan ratusan peserta seminar. “Melalui penelitian ini, kami mengembangkan metode fermentasi yang menggabungkan pengetahuan tradisional dengan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas kakao hingga 40 persen tanpa mengurangi karakter alaminya.”
Penelitian lain yang tidak kalah menarik adalah karya mahasiswa Program Studi Teknik Informatika berjudul “Aplikasi Mobile untuk Manajemen Kesehatan Ibu Hamil Berbasis Artificial Intelligence.” Penelitian yang dipimpin oleh Rini Safitri, mahasiswa tahun ketiga, ini dikembangkan bersama pembimbingnya, Dr. Bambang Purwanto.
“Aplikasi ini dirancang khusus untuk konteks Indonesia, terutama daerah terpencil seperti Sulawesi Tenggara,” ungkap Rini dengan antusias. “Fitur-fiturnya meliputi monitoring kondisi kesehatan, penjadwalan pemeriksaan rutin, dan sistem notifikasi darurat yang terhubung langsung dengan fasilitas kesehatan terdekat. Kami sudah melakukan uji coba pada 200 ibu hamil di Kendari, dan hasilnya menunjukkan peningkatan kepatuhan pemeriksaan kesehatan sebesar 65 persen.”
Penelitian lainnya yang dipresentasikan mencakup tema-tema strategis seperti “Sistem Pengolahan Air Limbah Industri Ramah Lingkungan untuk UMKM Pengolahan Ikan,” “Strategi Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi untuk Daerah Terpencil,” hingga “Analisis Dampak Perubahan Iklim terhadap Ekosistem Laut di Perairan Kendari.”
Partisipasi Akademisi dan Industri
Seminar ini juga menghadirkan pembicara kunci dari institusi penelitian nasional dan pemimpin industri. Prof. Dr. Hendrik Santoso, peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), memberikan pidato keynote tentang “Peran Penelitian Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan di Era Industri 5.0.”
“Universitas di daerah memiliki keuntungan unik untuk melakukan penelitian yang kontekstual dan relevan secara lokal,” kata Prof. Hendrik dalam pidatonya. “Saya melihat Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penelitian unggulan di kawasan timur Indonesia. Yang penting adalah tetap mempertahankan standar rigor akademik sambil tetap fokus pada aplikabilitas praktis.”
Selain itu, beberapa industri lokal seperti PT Harindo Sejahtera (pengolah hasil laut) dan Koperasi Petani Kakao Kendari turut hadir untuk berbagi insight mengenai kebutuhan riset dari perspektif praktis dan industri.
“Kami selalu mencari inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk kami,” terang Budi Santoso, Operations Manager PT Harindo Sejahtera. “Kolaborasi dengan universitas seperti Muhammadiyah Kendari membuka peluang untuk mengembangkan solusi inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan industri kami.”
Dukungan Infrastruktur dan Pendanaan Penelitian
Dr. Miftah Harahap, Kepala Unit Seminar dan Konferensi Universitas Muhammadiyah Kendari, menerangkan bahwa penyelenggaraan seminar berskala besar ini didukung oleh peningkatan alokasi anggaran penelitian universitas. “Tahun akademik 2025-2026 ini, kami meningkatkan dana penelitian sebesar 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Peningkatan anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penyediaan fasilitas laboratorium modern, akses ke jurnal penelitian internasional, hingga pendanaan langsung untuk proyek penelitian dosen dan mahasiswa. Universitas juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga penelitian regional dan nasional untuk memperkuat kapasitas riset.
“Kami juga menjalin kerjasama dengan Universitas Hasanuddin di Makassar dan Universitas Tadulako di Palu untuk menciptakan jaringan penelitian yang lebih kuat di kawasan Sulawesi,” tambah Dr. Miftah. “Ini memungkinkan kami untuk melakukan penelitian multikampus yang lebih komprehensif dan berdampak lebih besar.”
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Acara seminar pada 3 April 2026 ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk mempercepat transfer pengetahuan dari akademisi ke praktisi dan masyarakat luas. Beberapa hasil penelitian yang dipresentasikan sudah dalam tahap penyiapan untuk dipatenkan atau dikomersialisasi.
Dr. Andi Wijaya menegaskan komitmennya terhadap pengembangan ekosistem inovasi di kampus. “Ke depannya, kami ingin melihat lebih banyak hasil penelitian dari civitas akademika kami yang diterapkan langsung oleh masyarakat dan industri. Kami juga berencana untuk memperluas seminar tahunan ini menjadi acara internasional dalam tiga tahun ke depan,” ungkapnya dengan penuh optimisme.
Rencana konkret yang telah disusun termasuk pembentukan inkubator bisnis berbasis riset, peningkatan kerjasama dengan industri melalui internship program, dan pembukaan pusat penelitian unggulan di bidang pengolahan hasil laut dan pertanian berkelanjutan.
Penutup
Seminar dan konferensi penelitian inovatif yang digelar oleh Unit Seminar dan Konferensi Universitas Muhammadiyah Kendari pada 3 April 2026 menunjukkan semakin matangnya ekosistem penelitian akademik di kampus. Dengan lebih dari 47 penelitian yang dipresentasikan, partisipasi aktif dari industri, dan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan, Universitas Muhammadiyah Kendari memposisikan dirinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang serius dalam mengembangkan pengetahuan dan inovasi.
Semangat penelitian yang ditunjukkan oleh dosen dan mahasiswa universitas ini mencerminkan dedikasi mereka untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan. Ke depannya, diharapkan kampus ini terus memperkuat perannya sebagai pusat penelitian unggulan yang menghasilkan karya-karya inovatif yang berdampak positif bagi masyarakat, industri, dan perkembangan ilmu pengetahuan nasional.
—
Penulis: Redaksi Kampus
Kendari, 3 April 2026